Fakta Efek Bensin Campur Ethanol, Ternyata Banyak yang Salah Kaprah

Efek Bensin Campur Etanol

Penasaran sih sama yang lagi rame, efek bensin campur ethanol katanya bikin motor makin mbrebet? Fakta apa mitos?

Aslinya mencampur bensin dengan ethanol bukan barang baru dan sudah dilakukan sejak lama.

Campurannya juga enggak boleh ngasal alias enggak ada takarannya, biasanya ada kodenya seperti E10 seperti 10% ethanol, E20, E30, dan seterusnya.

Banyak penelitian yang sudah membuktikan mencampur ethanol dengan rasio tertentu bisa meningkatkan tenaga mesin karena pembakaran yang lebih cepat.

Dari pembakaran yang lebih sempurna bikin polusi lebih rendah, plus dibarengi dengan peningkatan performa mesin juga tuh!

Tapi kenapa ya banyak kasus yang bilang bbm campur ethanol ini jadi biang kerok mesin mbrebet dan gampang mogok?

Nah ini ada beberapa faktornya Sob! Yang pertama bisa dari sifat ethanol yang lebih mengikat uap air.

Uap air yang terkandung dalam bbm jadi menumpuk dan membuat kualitasnya menurun kalau BBM campur ethanol disimpan sembarangan.

Ditambah kalau penyimpanan di SPBU-nya belum punya spesifikasi buat menampung BBM campur ethanol, bisa makin cepat aja itu menyerap uap air dari sekitar.

Tahu sendiri Indonesia ini lagi kalau musim hujan lembab banget udaranya.

Faktor lain yang bisa bikin bbm campur ethanol jadi biang masalah adalah spesifikasi dari kendaraannya.

Misalnya pakai kendaraan lama kayak motor bebek jadul yang jeroan mesinnya bukan didesain untuk bbm campur ethanol.

Contohnya di bagian seal atau selang bensin yang bisa jadi getas atau bocor.

Nah udah enggak salah kaprah lagi ya efek bbm campur ethanol ini… Bukan salah bahan bakarnya sih. Lebih ke teknologinya yang sudah siap atau belum.

Kalau kata sobat, sudah setuju belum Indonesia bergerak ke penggunaan bahan bakar ethanol?

Yuk baca lagi artikel otomotif lainnya di oto24.id dan follow info update di media sosial IG @oto24.id!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *