Nissan GT-R R35 akhirnya menyudahi masa produksinya di tahun 2025, siapa yang bakal jadi penerusnya ya?
Nissan GT-R R35 diperkenalkan pertama kali pada ajang Tokyo Motor Show 2007 dan langsung mendapatkan reputasi sebagai ‘Supercar Killer’.
GT-R R35 menerima banyak pembaruan selama 18 tahun masa hidupnya, termasuk beberapa facelift pada tahun 2010, 2016, dan 2023.
Spek buas Nissan GT-R R35 berasal dari mesin VR38DETT V6 twin-turbo 3.800 cc yang dipasangkan dengan sistem penggerak canggih Attesa ET-S all-wheel-drive.
Tenaganya ada update terus nih selama hampir 2 dekade, mulai dari 473 dk pada model awal menjadi 562 dk di seri finalnya.
Tenaga paling galak di varian Nissan GT-R R35 Nismo top performance dan paling mahal, powernya sudah tembus 600 dk.
Setelah hampir dua dekade lamanya, unit produksi terakhir GT-R R35 akhirnya diselesaikan di pabrik Tochigi, Jepang.

Ivan Espinosa, Presiden dan CEO Nissan, mengatakan bahwa ini bukanlah perpisahan dengan GT-R, karena nama tersebut akan kembali suatu saat nanti.
“Setelah 18 tahun yang luar biasa, GT-R R35 telah meninggalkan jejak abadi dalam sejarah otomotif. Warisannya adalah bukti gairah tim kami dan kesetiaan pelanggan kami di seluruh dunia. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan yang luar biasa ini,” ujar Ivan Espinosa dalam siaran resminya.
Oh iya jumlah total GT-R R35 telah diproduksi sebanyak sekitar 48.000 unit selama 18 tahun terakhir.
Unit terakhir dari R35 ini adalah GT-R Premium Edition T-Spec yang dilapisi warna ikonik Midnight Purple.
Bagaimana dengan penerusnya?
Nissan sebenarnya sudah memperkenalkan konsep Hyper Force pada 2023, yang digadang bakal jadi penerusnya dengan powertrain listrik performa tinggi dan baterai solid-state.
Sayangnya Nissan tampaknya belum siap untuk mengumumkan tanggal rilis untuk penerus GT-R.
Waduh kalau Nissan GT-R R36 jadi EV alias mobil listrik, masih kebeli gak ya?

Yuk baca lagi artikel otomotif lainnya di oto24.id dan follow info update di media sosial IG @oto24.id!